Samsung Galaxy A52s Lolos TKDN

Samsung Galaxy A52s Lolos TKDN, Siap Hadir di Indonesia

Samsung Galaxy A52s Lolos TKDN, Siap Hadir di Indonesia – Samsung Galaxy A52s yang baru saja diperkenalkan beberapa hari lalu diketahui akan hadir untuk pasar Indonesia. Informasi ini diketahui dari laman P3DN Kementerian Perindustrian.

Berdasarkan penelusuran, Senin (23/8/2021), Galaxy A52s yang memiliki kode SM-A528B telah terdaftar di situs P3DN dan memenuhi persyaratan TKDN. Adapun nilai TKDN perangkat tersebut adalah 38,30 persen.

Samsung Galaxy A52s Lolos TKDN

Meski sudah muncul di situs P3DN Kementerian Perindustrian, belum ada informasi lebih lanjut kapan kehadiran smartphone Samsung ini di Indonesia. Karenanya, menarik untuk menunggu pengumuman lebih lanjut.

Kendati demikian, informasi soal spesifikasi smartphone ini sebenarnya sudah terungkap. Sebagai anggota terbaru di keluarga Galaxy A, smartphone ini hadir dengan sejumlah peningkatan dibandingkan Galaxy A52.

Dikutip dari keterangan resmi Samsung, Rabu (18/8/2021), Galaxy A52s 5G hadir dengan chipset Snapdragon 778G, GPU Adreno 642L, dan modem 5G X53.

Selain menggunakan chipset yang lebih tinggi ketimbang model Galaxy A52 5G, Samsung menyertakan opsi RAM 8/128GB dan 8/256GB.

Perlu diketahui, pengguna masih dapat menambah kapasitas penyimpanan di ponsel dengan menggunakan microSD.

Hal kedua yang Samsung tingkatkan di Galaxy A52s 5G adalah charger smartphone yang kini menggunakan 25W, sama seperti seri A72 5G.

Kapasitas Baterai dan Ukuran Layar

Lebih lanjut, Galaxy A52s 5G masing menggunakan baterai berkapasitas 4,500 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga dua hari pemakaian.

Soal layar, seri ini juga hadir dengan layar Super AMOLED berukuran 6,5 inci dengan kemampuan refresh rate hingga 120Hz, dan resolusi 1080p+.

Kamera di Galaxy A52s 5G

Dalam hal fotografi, Samsung menyematkan kamera 64MP, 12MP (ultrawide), dan 5MP (makro) dan 5MP (depth).

Untuk kamera selfie, perusahaan asal Korea Selatan ini menggunakan sensor berkemampuan 32MP.

Ponsel ini hadir dengan 4 varian warna, yakni Awesome BlackAwesome WhiteAwesome Violet, dan Awesome Mint.

Biaya Penggantian Versi Sebelumnya Lebih Mahal

Sementara berdasarkan informasi harga resmi yang beredar, penggantian layar untuk Galaxy Z Fold 2 sebesar USD 550 (setara Rp 7,9 juta) dan layar depan seharga USD 140 (setara Rp 2 juta).

Untuk Galaxy Z Flip 3, biaya penggantian layar adalah USD 370 (setara Rp 5,3 juta) dan layar kecil di bodi depan USD 100 (setara Rp 1,4 juta).

Sedangkan penggantian layar smartphone layar lipat versi sebelumnya, yakni Galaxy Z Flip 5G adalah USD 500 (setara Rp 7,1 juta) dan layar kecil USD 100 (setara Rp 1,4 juta).

Berapa Biaya Penggantian Layar Samsung Galaxy Z Fold3 dan Z Flip3?

Beberapa waktu lalu, Samsung merilis smartphone layar lipat terbaru yakni Galaxy Z Fold3 dan Galaxy Z Flip3. Galaxy Z Fold3 dibanderol Rp 25 jutaan dan Galaxy Z Flip3 dijual sekitar Rp 14 jutaan.

Perangkat ini dipasarkan dengan harga lebih murah dibandingkan pendahulunya, yakni Z Fold2 dan Galaxy Flip. Tampaknya karena Samsung hendak menunjukkan ke konsumen bahwa smartphone layar lipat bisa jadi perangkat mainstream dan diterima bagi siapa saja.

Namun mengingat smartphone layar lipat masih belum umum, mungkin ada banyak kekhawatiran mengenai durabilitas smartphone ini dan biaya penggantian komponen jika ada kerusakan.

GSM Arena mengungkap biaya pergantian layar Galaxy Z Fold3 jika perangkat ini mengalami kerusakan. Dikutip dari GSM Arena, Senin (23/8/2021), penggantian layar lipat akan menghabiskan USD 480 atau setara Rp 6,9 juta.

Sementara biaya penggantian layar depan Galaxy Z Fold3 sebesar USD 150 atau setara Rp 2,5 juta.

Biaya Penggantian Layar Galaxy Fold Paling Mahal

Perlu diketahui, biaya perbaikan untuk Galaxy Fold (smartphone layar lipat pertama Samsung) jauh lebih mahal, yakni USD 600 (setara Rp 8,6 juta) dan layar luar USD 140 (sekitar Rp 2 juta).

Dalam beberapa tahun kehadirannya, terdapat kecenderungan harga komponen menjadi lebih murah. Samsung sendiri menawarkan jasa Samsung Care+ bagi pengguna smartphone mereka.

Program ini memungkinkan pengguna mendapatkan garansi 12 bulan dan bisa diperpanjang hingga 3 tahun, dengan pembayaran biaya sejumlah uang.